| Identitas |
Nama Program: Peran Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan di Indonesia
Kode Program: RPM IPS
Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Jenjang/Kelas: SMA/SMK Kelas XI atau XII
Alokasi Waktu: 6 x 45 menit (dapat disesuaikan)
Penyusun: [Nama Guru/Tim Penyusun]
|
| Profil Lulusan |
Setelah menyelesaikan program ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Memahami konsep kearifan lokal dan sumber daya alam berkelanjutan.
- Mengidentifikasi berbagai bentuk kearifan lokal yang relevan dengan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.
- Menganalisis peran dan kontribusi kearifan lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.
- Menilai efektivitas penerapan kearifan lokal dalam praktik pengelolaan sumber daya alam di berbagai daerah di Indonesia.
- Mengembangkan sikap kritis dan apresiatif terhadap nilai-nilai kearifan lokal sebagai solusi pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
- Menerapkan prinsip-prinsip kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari terkait konsumsi dan pemanfaatan sumber daya alam.
|
| Media |
- Video dokumenter (contoh: tentang masyarakat adat yang menjaga hutan, praktik pertanian tradisional berkelanjutan).
- Artikel jurnal atau berita daring tentang kearifan lokal dan pengelolaan SDA.
- Peta sebaran sumber daya alam dan kekayaan budaya di Indonesia.
- Studi kasus nyata (contoh: pengelolaan air di Bali, hutan adat di Papua).
- Buku teks IPS relevan.
- Presentasi slide (PowerPoint/Google Slides).
- Diskusi daring/luring.
- Contoh artefak budaya yang berkaitan dengan SDA (jika memungkinkan, atau gambar/video).
|
| Langkah-langkah Pembelajaran (Model Discovery Learning) |
- Stimulasi (Pemberian Rangsangan):
- Guru menampilkan video pendek yang menggambarkan praktik pengelolaan sumber daya alam tradisional yang unik dari suatu daerah di Indonesia (misalnya, sistem subak di Bali, atau pengelolaan hutan oleh masyarakat adat).
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik seperti: "Apa yang membuat cara pengelolaan sumber daya alam ini berbeda dari yang biasa kita lihat?", "Mengapa masyarakat di daerah tersebut masih mempertahankan cara-cara lama ini?", "Apa yang bisa kita pelajari dari mereka?".
- Identifikasi Masalah:
- Guru mengarahkan peserta didik untuk mengidentifikasi fenomena yang muncul dari video atau cerita, yang berkaitan dengan cara masyarakat lokal berinteraksi dengan alam.
- Peserta didik bersama guru merumuskan pertanyaan-pertanyaan kunci terkait kearifan lokal dan hubungannya dengan keberlanjutan sumber daya alam. Contoh: "Apa itu kearifan lokal?", "Bagaimana kearifan lokal dapat membantu menjaga sumber daya alam?", "Contoh kearifan lokal apa saja yang ada di Indonesia untuk pengelolaan SDA?".
- Pengumpulan Data:
- Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok.
- Setiap kelompok diberikan tugas untuk mencari informasi dari berbagai sumber (artikel, jurnal, buku, video) mengenai contoh-contoh kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya alam di berbagai wilayah Indonesia (misalnya, hutan, air, tanah, laut).
- Setiap kelompok juga diminta mencari tahu prinsip-prinsip yang mendasari kearifan lokal tersebut.
- Pengolahan Data:
- Peserta didik dalam kelompok mendiskusikan dan menganalisis data yang telah dikumpulkan.
- Mereka membandingkan berbagai bentuk kearifan lokal, mengidentifikasi persamaan dan perbedaan, serta menganalisis kontribusinya terhadap keberlanjutan.
- Mereka juga mulai mengaitkan kearifan lokal dengan konsep pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan secara umum.
- Pembuktian (Verifikasi):
- Setiap kelompok mempresentasikan hasil temuan dan analisis mereka di depan kelas.
- Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, dan saran.
- Guru memfasilitasi diskusi untuk memastikan pemahaman yang benar dan mengklarifikasi konsep-konsep yang belum jelas.
- Menarik Kesimpulan:
- Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting dari seluruh diskusi dan presentasi.
- Mereka bersama-sama merumuskan definisi kearifan lokal dalam konteks pengelolaan SDA berkelanjutan dan menyimpulkan peran pentingnya bagi Indonesia.
- Aplikasi/Tindak Lanjut:
- Peserta didik diminta memberikan contoh konkret bagaimana mereka dapat menerapkan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari terkait pengelolaan sumber daya alam (misalnya, hemat air, mengurangi sampah, menghargai alam).
- Guru bisa memberikan tugas proyek sederhana, seperti membuat poster tentang kearifan lokal di daerah mereka atau melakukan observasi sederhana di lingkungan sekitar.
|
| Asesmen |
Jenis Asesmen:
- Asesmen Formatif:
- Observasi keaktifan siswa dalam diskusi dan presentasi.
- Penilaian partisipasi siswa dalam tanya jawab.
- Penilaian hasil kerja kelompok (presentasi, analisis data).
- Asesmen Sumatif:
- Soal Tes Tertulis (pilihan ganda dan esai).
- Proyek sederhana (membuat poster, esai singkat, atau presentasi mandiri tentang studi kasus).
Rubrik Penilaian Presentasi Kelompok:
- Isi Materi (40%): Kedalaman analisis, ketepatan informasi, relevansi dengan topik.
- Penyajian (30%): Kejelasan penyampaian, penggunaan media, struktur presentasi.
- Kerja Sama Kelompok (20%): Distribusi tugas, partisipasi aktif anggota.
- Kemampuan Menjawab Pertanyaan (10%): Ketepatan dan kedalaman jawaban.
Rubrik Penilaian Proyek:
- Relevansi dengan Topik (30%): Sejauh mana proyek menunjukkan pemahaman tentang kearifan lokal dan SDA berkelanjutan.
- Kreativitas dan Inovasi (30%): Orisinalitas ide dan cara penyampaian.
- Kedalaman Analisis (20%): Pemahaman mendalam terhadap konsep yang disajikan.
- Kelengkapan dan Kerapian (20%): Ketepatan informasi, tata bahasa, format penyajian.
|
| Soal HOTS |
- Perhatikan pernyataan berikut: (1) Sistem irigasi subak di Bali memungkinkan pembagian air yang adil dan pemanfaatan lahan yang efisien secara gotong royong. (2) Masyarakat adat Dayak di Kalimantan menerapkan prinsip *'rimba data'* yang membatasi penebangan pohon hanya pada area tertentu yang memiliki nilai spiritual dan ekologis. (3) Praktik *'tumpang sari'* pada pertanian tradisional di Jawa meningkatkan keanekaragaman hayati lahan pertanian dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Berdasarkan pernyataan di atas, bagaimana Anda dapat mengkategorikan ketiga praktik tersebut sebagai bentuk kearifan lokal yang berkontribusi pada pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan? Jelaskan implikasi jangka panjang dari hilangnya ketiga praktik ini terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
- Seorang investor asing berencana membuka perkebunan kelapa sawit skala besar di wilayah yang kaya akan hutan adat dan dihuni oleh masyarakat yang masih mempertahankan tradisi pengelolaan hutan secara turun-temurun. Pihak investor menawarkan pembangunan infrastruktur dan lapangan kerja sebagai imbalan atas izin pembukaan lahan. Dari perspektif pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan yang berlandaskan kearifan lokal, analisis potensi konflik yang mungkin timbul dan berikan alternatif solusi yang dapat menguntungkan kedua belah pihak tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan dan budaya masyarakat adat.
- Anda adalah seorang peneliti yang ditugaskan untuk mengkaji potensi kearifan lokal di pesisir utara Jawa dalam menghadapi degradasi lingkungan laut akibat pencemaran dan praktik penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan. Berdasarkan pemahaman Anda tentang peran kearifan lokal, rumuskan tiga pertanyaan penelitian spesifik yang dapat menggali bagaimana nilai-nilai dan praktik tradisional masyarakat pesisir tersebut dapat diintegrasikan kembali atau diadaptasi untuk mendukung kelestarian ekosistem laut dan mata pencaharian mereka di masa depan. Jelaskan alasan Anda memilih ketiga pertanyaan tersebut.
|
Kolom Komentar
Komentar
Posting Komentar