Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM)
Landasan Hukum: BSKAP 032/2024
| Identitas Pembelajaran | Detail |
|---|---|
| Mata Pelajaran | Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) |
| Kelas | 8 |
| Semester | Ganjil |
| Tema | Bhineka Tunggal Ika |
| Fase | D |
| Tahun Pelajaran | [Isi Tahun Pelajaran] |
8 Dimensi Profil Pelajar Pancasila
| Dimensi | Elemen | Indikator Berkembang |
|---|---|---|
| Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia | Akhlak Beragama | Mengenal dan menghormati keragaman sistem kepercayaan yang ada di Indonesia. |
| Berkebinekaan Global | Mengenal dan Menghargai Budaya | Mengidentifikasi dan menganalisis peran sistem kepercayaan dan peninggalan sejarah dalam membentuk identitas bangsa yang beragam. Menunjukkan rasa ingin tahu dan hormat terhadap keragaman budaya. |
| Gotong Royong | Kolaborasi | Mendiskusikan tantangan dan upaya pelestarian warisan budaya secara bersama-sama. |
| Mandiri | Pemahaman Diri dan Situasi | Menganalisis secara mandiri informasi dari berbagai sumber mengenai hubungan antara kepercayaan, sejarah, dan identitas. |
| Bernalar Kritis | Memperoleh dan Memproses Informasi dan Gagasan | Menganalisis informasi yang diperoleh dari berbagai sumber mengenai peran sistem kepercayaan dan peninggalan sejarah. Mengidentifikasi hubungan sebab-akibat. |
| Kreatif | Menghasilkan Gagasan Orisinal | Mengkomunikasikan hasil analisis melalui berbagai media yang kreatif. |
Desain Media Pembelajaran
Pembelajaran akan menggunakan pendekatan yang kaya visual dan interaktif, memanfaatkan:
- Peta Konsep Interaktif: Visualisasi keterkaitan antara sistem kepercayaan, peninggalan sejarah, dan identitas bangsa.
- Galeri Virtual Peninggalan Sejarah: Koleksi gambar dan deskripsi singkat candi, masjid kuno, gereja kuno, prasasti, naskah kuno, dll.
- Video Dokumenter Singkat: Menampilkan keragaman sistem kepercayaan dan cerita di balik peninggalan sejarah.
- Platform Kolaboratif Online (misal: Padlet, Google Jamboard): Untuk diskusi dan berbagi hasil analisis.
- Sosiogram: Sebagai alat asesmen visual.
Langkah Pembelajaran: Mindful-Joyful-Meaningful
Fase 1: Mindful (Menyadari & Memahami)
- Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik dengan hangat, mengajak mereka merefleksikan makna "identitas" dalam diri mereka secara pribadi dan kolektif. "Apa yang membuat kita merasa menjadi bagian dari Indonesia?"
- Orientasi Materi (10 menit): Guru memperkenalkan topik pembelajaran: "Peran Sistem Kepercayaan dan Peninggalan Sejarah dalam Pembentukan Identitas Bangsa Indonesia." Guru mengaitkan dengan tema Bhinneka Tunggal Ika dan CP/TP yang akan dicapai.
- Apersepsi (10 menit): Guru menampilkan gambar-gambar ikonik dari berbagai sistem kepercayaan (misal: relief candi, masjid, gereja) dan peninggalan sejarah (misal: Candi Borobudur, Masjid Agung Demak, Gereja Katedral Jakarta). Guru memancing rasa ingin tahu dengan pertanyaan: "Apa cerita di balik bangunan-bangunan ini? Bagaimana keyakinan orang dulu mempengaruhi cara mereka membangun sesuatu?"
Fase 2: Joyful (Menjelajahi & Berinteraksi)
- Eksplorasi Sistem Kepercayaan (20 menit): Peserta didik dibagi dalam kelompok. Setiap kelompok mendapatkan tugas untuk meneliti satu atau dua sistem kepercayaan yang ada di Indonesia (animisme, dinamisme, Hindu-Buddha, Islam, Kristen, Katolik, Konghucu). Mereka mencari informasi tentang nilai-nilai sosial yang terkandung dan dampaknya. (ATP 1)
- Jelajah Peninggalan Sejarah (20 menit): Peserta didik melakukan "tur virtual" melihat galeri peninggalan sejarah. Mereka mengidentifikasi jenis peninggalan, perkiraan masa perkembangannya, dan bukti akulturasi budaya yang terlihat. (ATP 2)
- Diskusi Kelompok Terpandu (25 menit): Setiap kelompok diminta menganalisis hubungan timbal balik antara sistem kepercayaan yang mereka teliti dan peninggalan sejarah yang mereka amati. Bagaimana kepercayaan mempengaruhi bentuk candi, masjid, gereja? Bagaimana peninggalan sejarah mencerminkan keragaman kepercayaan? (ATP 3)
- Berbagi dan Refleksi Bersama (15 menit): Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya secara singkat. Guru memfasilitasi tanya jawab dan memberikan penguatan.
Fase 3: Meaningful (Menganalisis & Mengkomunikasikan)
- Diskusi Tantangan Globalisasi (15 menit): Guru memantik diskusi tentang tantangan pelestarian warisan budaya dan identitas bangsa di era globalisasi. Bagaimana pengaruh budaya asing? Apa peran kita sebagai generasi muda? (ATP 4)
- Tugas Komunikasi (30 menit): Peserta didik secara individu atau kelompok kecil diminta mengkomunikasikan analisis mereka tentang peran sistem kepercayaan dan peninggalan sejarah dalam membentuk identitas bangsa Indonesia. Media bisa berupa infografis, video pendek, poster digital, atau esai singkat. (TP)
- Refleksi Akhir (10 menit): Guru bersama peserta didik merefleksikan pembelajaran hari ini. "Apa hal paling menarik yang kamu pelajari? Mengapa penting bagi kita untuk memahami akar sejarah dan kepercayaan bangsa ini untuk memperkuat identitas kita?"
Asesmen
| Strategi Asesmen | Alat Asesmen | Tujuan | Deskripsi Pelaksanaan |
|---|---|---|---|
| Asesmen Formatif dan Sumatif | Sosiogram | Mengukur kemampuan peserta didik dalam menganalisis hubungan sebab-akibat dan menganalisis informasi dari berbagai sumber mengenai peran sistem kepercayaan dan peninggalan sejarah dalam membentuk identitas bangsa. Memvisualisasikan pemahaman peserta didik tentang keterkaitan antar elemen tersebut dan bagaimana mereka mengorganisir informasi tersebut. | Setelah pembelajaran, peserta didik diminta membuat sosiogram yang memvisualisasikan hubungan antara elemen-elemen kunci: "Sistem Kepercayaan (misal: Hindu-Buddha)", "Peninggalan Sejarah (misal: Candi)", "Nilai Sosial (misal: gotong royong)", dan "Identitas Bangsa". Mereka diminta menarik garis dan memberikan label yang menjelaskan hubungan antar elemen tersebut berdasarkan pemahaman mereka. Guru akan menganalisis struktur sosiogram untuk melihat kedalaman analisis dan pemahaman keterkaitan. |
Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills)
Soal 1: Analisis Dampak Lintas Generasi
Candi Borobudur, sebuah mahakarya arsitektur Buddha, tidak hanya menjadi saksi bisu perjalanan spiritual masa lalu, tetapi juga terus memberikan kontribusi signifikan terhadap identitas budaya Indonesia di masa kini. Bagaimana warisan arsitektur dan filosofi yang terkandung dalam Candi Borobudur dapat terus menginspirasi dan memperkuat rasa persatuan di tengah keragaman masyarakat Indonesia modern?
A. Dengan menjadikannya objek wisata utama yang mendatangkan devisa negara, sehingga ekonomi masyarakat sekitar meningkat.
B. Dengan mengkaji ulang ajaran-ajaran Buddha yang terkandung di dalamnya dan menerapkannya dalam nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
C. Dengan melestarikan bentuk fisiknya saja agar tetap kokoh berdiri sebagai monumen sejarah yang megah.
D. Dengan mengubah fungsi candi menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi umat Buddha Indonesia saat ini.
Soal 2: Sintesis Antar Elemen
Prasasti-prasasti kuno seperti Yupa di Kutai atau Tugu di Jakarta menjadi bukti konkret adanya peradaban dan sistem kepercayaan yang beragam di Nusantara jauh sebelum kedatangan agama-agama besar dunia. Analisislah bagaimana temuan prasasti semacam ini, yang seringkali berisi informasi tentang ritual atau kepercayaan lokal, berkontribusi dalam membangun narasi historis Indonesia yang kaya dan kompleks, bukan sekadar sejarah raja dan kerajaan?
A. Prasasti tersebut hanya penting bagi para arkeolog dan sejarawan untuk penelitian ilmiah saja.
B. Prasasti-prasasti tersebut membuktikan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia sudah memiliki kemampuan menulis dan berorganisasi sejak lama, yang menjadi dasar bagi pembentukan negara.
C. Dengan memberikan bukti empiris tentang keberagaman praktik keagamaan dan sosial masyarakat pra-Islam/Kristen/Buddha, prasasti melengkapi gambaran sejarah Indonesia menjadi lebih utuh, menunjukkan evolusi kepercayaan dan budaya yang berkelanjutan hingga kini.
D. Prasasti tersebut sebagian
📥 Unduh Perangkat Pembelajaran
Akses folder Google Drive untuk mengunduh dokumen Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) beserta lampirannya.
Kolom Komentar
Komentar
Posting Komentar