KELAS Fase D
SEMESTER GANJIL
Peran Museum dalam Pelestarian Warisan Budaya Indonesia
👨🏫 Catur Pamungkas, S.Pd., Gr. | 🎯 Tema: Pentingnya Menghargai Warisan Budaya
| Komponen | Deskripsi |
|---|---|
| Identitas | Program Revitalisasi Pengetahuan Museum (RPM) dan Ilmu Pengetahuan untuk Pelestarian Warisan Budaya Indonesia (IPS) bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik, pelestarian, dan pemanfaatan warisan budaya Indonesia melalui peran aktif museum. |
| Profil Lulusan | Lulusan diharapkan memiliki pemahaman mendalam tentang sejarah dan makna warisan budaya Indonesia, kemampuan mengidentifikasi dan mendokumentasikan benda-benda warisan, keterampilan dalam strategi konservasi dan revitalisasi, serta mampu menjadi agen perubahan dalam pelestarian warisan budaya di masyarakat. |
| Media | Media yang digunakan meliputi: pameran interaktif, lokakarya pelestarian, publikasi ilmiah dan populer (buku, jurnal, artikel), platform digital (website museum, media sosial, aplikasi edukatif), kunjungan lapangan ke situs cagar budaya, serta program edukasi daring dan luring. |
| Langkah-langkah Manajemen Jaringan Museum (MJM) | 1. Pemetaan dan Inventarisasi Koleksi Museum. 2. Pengembangan Standar Pengelolaan Koleksi dan Museum. 3. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Museum. 4. Revitalisasi dan Modernisasi Fasilitas Museum. 5. Pengembangan Program Edukasi dan Diseminasi. 6. Kolaborasi dan Jaringan Antar Museum dan Lembaga Terkait. 7. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi. 8. Penguatan Keterlibatan Komunitas dan Publik. 9. Evaluasi dan Monitoring Berkelanjutan. |
| Asesmen | Asesmen dilakukan melalui: ujian tertulis (tes pengetahuan dan pemahaman konsep), proyek penelitian mandiri, presentasi hasil studi kasus, demonstrasi keterampilan pelestarian, evaluasi partisipasi dalam lokakarya, serta penilaian portofolio hasil karya (misalnya, dokumentasi koleksi atau proposal revitalisasi). |
| Soal HOTS | 1. Mengingat pesatnya perkembangan teknologi digital, bagaimana museum dapat memanfaatkan platform virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) untuk menyajikan warisan budaya Indonesia secara lebih imersif dan menarik bagi generasi muda, serta mengatasi tantangan aksesibilitas bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil? 2. Jelaskan strategi inovatif yang dapat diterapkan oleh museum sebagai agen pelestarian budaya untuk menghadapi tantangan komersialisasi warisan budaya yang berpotensi menghilangkan nilai autentisitasnya, serta bagaimana masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga integritas warisan tersebut? 3. Analisislah bagaimana kolaborasi antara museum, pemerintah daerah, dan komunitas adat dapat menghasilkan program revitalisasi warisan budaya yang berkelanjutan dan inklusif di suatu daerah, dengan mempertimbangkan potensi konflik kepentingan dan upaya mitigasinya. |
Kolom Komentar
Komentar
Posting Komentar