Super El Niño 1877 vs 2026: Analisis Komparatif Anomali Suhu Laut dan Implikasi Perubahan Iklim (Studi IPS)
Abstraksi Artikel ini menganalisis perbandingan Super El Niño 1877 dan proyeksi tahun 2026 melalui pendekatan data anomali suhu permukaan laut ( Sea Surface Temperature Anomaly - SSTA). Studi literatur menunjukkan bahwa pemanasan global telah meningkatkan frekuensi El Niño ekstrem hingga dua kali lipat. Berada pada baseline suhu 1.4°C di atas era pra-industri, dampak El Niño 2026 berpotensi jauh lebih destruktif secara spasial, meskipun sistem peringatan dini ( early warning system ) saat ini sudah jauh lebih canggih. Kata Kunci: El Niño, Sea Surface Temperature Anomaly, ENSO, Global Warming, Climate Change 1. Pendahuluan: Mengapa Membandingkan 1877 dan 2026? El Niño-Southern Oscillation (ENSO) tetap menjadi pola variabilitas iklim yang paling berpengaruh di planet ini. Dampak domino dari fenomena ini merentang dari pesisir Peru hingga ketahanan pangan di Indonesia—mempengaruhi segala hal, mulai dari lonjakan harga beras hingga manajemen risiko banjir di kota-kota besar. Peristiwa ...
Baca Selengkapnya