Membaca Ulang Snouck Hurgronje: Narasi Keberagaman, Epistemologi Adat, dan Ruang Dialektika di Nusantara
Ketika kita berbicara mengenai eksistensi budaya dan kearifan lokal ( local genius ) di Indonesia, ingatan kita sering kali diarahkan pada heritabilitas leluhur yang agung, statis, dan romantis. Namun, jika kita bersedia menengok kembali lembaran sejarah kolonial dengan kacamata yang lebih jernih, kita akan menemukan sebuah paradoks menarik yang diletakkan oleh Christian Snouck Hurgronje (1857–1936). Sang orientalis kontroversial asal Belanda ini, di balik misi intelijen dan politik pasifikasinya untuk pemerintah kolonial, justru merekam sebuah potret epistemologis yang sangat jujur mengenai kekuatan adaptasi sosial kemasyarakatan di Nusantara: sebuah kemampuan luar biasa dalam merajut harmoni antara teks agama yang transenden dan konteks adat yang imanen. Melalui magnum opusnya, De Atjehers (1893), Snouck tidak sekadar bertindak sebagai "arsitek" penaklukan Aceh, melainkan juga sebagai seorang etnolog handal yang menguliti bagaimana struktur sosial lokal bekerja. Ia menemuk...
Baca Selengkapnya