Dampak Globalisasi terhadap Budaya Lokal (Kelas Fase D)

Dampak Globalisasi terhadap Budaya Lokal (Kelas Fase D)
KELAS Fase D SEMESTER GENAP

Dampak Globalisasi terhadap Budaya Lokal

👨‍🏫 Catur Pamungkas, S.Pd., Gr. | 🎯 Tema: Budaya dan Identitas Bangsa di Era Globalisasi

Komponen Deskripsi
Identitas
  • Mata Kuliah: Sosiologi Budaya Kontemporer
  • Topik Bahasan: Dampak Globalisasi terhadap Budaya Lokal
  • Tingkat/Jenjang: Sarjana (S1)
  • SKS: 3
  • Dosen Pengampu: [Nama Dosen]
Profil Lulusan
  • Mampu menganalisis secara kritis fenomena sosial budaya yang dipengaruhi oleh globalisasi.
  • Mampu mengidentifikasi perubahan dan adaptasi dalam identitas budaya lokal akibat interaksi global.
  • Mampu mengkaji peran media dan teknologi informasi dalam membentuk persepsi dan praktik budaya di era global.
  • Mampu merumuskan rekomendasi kebijakan atau strategi untuk menjaga kelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi.
Media
  • Buku teks (misal: The Globalization Reader, Cultural Globalization: A Critical Introduction)
  • Jurnal ilmiah (misal: Journal of Cultural Sociology, Sociological Theory, Anthropological Quarterly)
  • Artikel berita daring dan majalah
  • Dokumenter tentang budaya lokal dan globalisasi
  • Studi kasus (misal: pengaruh K-Pop di Indonesia, adaptasi kuliner Barat di Indonesia)
  • Platform presentasi daring (misal: PowerPoint, Google Slides)
  • Forum diskusi daring (misal: platform learning management system universitas)
Langkah Pembelajaran (MJM - Merancang Jejak Mahasiswa)
  1. Pengantar (1 Minggu): Dosen menjelaskan konsep globalisasi, budaya, dan kerangka teori yang relevan (misal: teori homogenisasi, heterogenisasi, glokalisasi). Mahasiswa diminta membaca artikel pengantar dan mendiskusikan pemahaman awal mereka.
  2. Identitas dan Perubahan Budaya (2 Minggu): Diskusi mendalam tentang bagaimana globalisasi memengaruhi identitas individu dan kolektif, serta bagaimana praktik budaya lokal mengalami perubahan (akulturasi, asimilasi, resistensi). Studi kasus dianalisis.
  3. Peran Media dan Teknologi (2 Minggu): Pembahasan tentang bagaimana media massa, media sosial, dan teknologi digital berperan dalam menyebarkan pengaruh global dan bagaimana hal tersebut memengaruhi persepsi dan nilai-nilai budaya lokal.
  4. Studi Kasus Mendalam (3 Minggu): Mahasiswa secara berkelompok memilih satu studi kasus dampak globalisasi terhadap budaya lokal di negara atau wilayah tertentu. Mereka akan mengumpulkan data dari berbagai sumber dan menganalisisnya.
  5. Presentasi dan Diskusi Kelompok (2 Minggu): Setiap kelompok mempresentasikan hasil studi kasus mereka, diikuti dengan sesi tanya jawab dan diskusi kelas yang dipandu oleh dosen.
  6. Refleksi dan Sintesis (1 Minggu): Dosen merangkum poin-poin penting dari seluruh perkuliahan, dan mahasiswa diminta untuk menulis refleksi pribadi mengenai pembelajaran yang telah diperoleh dan implikasinya.
Asesmen
  • Keaktifan Diskusi Kelas (20%): Penilaian partisipasi aktif, argumentasi yang logis, dan kontribusi positif dalam diskusi kelas daring maupun luring.
  • Tugas Kelompok (Studi Kasus) (40%): Meliputi laporan tertulis studi kasus yang komprehensif dan presentasi kelompok yang baik.
  • Ujian Akhir Semester (UAS) (40%): Ujian tertulis berbasis HOTS yang menguji pemahaman mendalam terhadap konsep dan kemampuan analisis mahasiswa.
Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS)
  1. Analisis secara kritis dua strategi berbeda yang dapat diterapkan oleh komunitas adat di Indonesia untuk mempertahankan kelestarian praktik seni tradisional mereka di tengah gempuran konten hiburan global yang masif melalui media digital. Jelaskan argumen Anda dengan merujuk pada konsep glokalisasi dan resistensi budaya.
  2. Bandingkan dan kontraskan bagaimana globalisasi memengaruhi ekspresi identitas remaja di perkotaan besar Indonesia (misalnya Jakarta) dengan ekspresi identitas remaja di daerah pedesaan terpencil di negara yang sama. Fokuskan pada peran media sosial, tren mode, dan preferensi musik.
  3. Sebagai seorang calon pembuat kebijakan budaya, rumuskan tiga rekomendasi kebijakan yang dapat diadopsi oleh pemerintah suatu negara berkembang untuk memitigasi potensi dampak negatif dari dominasi budaya populer global (misalnya, pengaruh dari Hollywood atau K-Pop) terhadap nilai-nilai moral dan tradisi lokal, tanpa menghambat pertukaran budaya yang positif.

📥 Unduh Dokumen Perangkat

Kolom Komentar

Silakan login dengan Akun Google untuk berkomentar. Komentar akan dimoderasi sebelum ditampilkan.

Komentar

Posting Komentar